Beberapa perusahaan perangkat lunak dan teknologi di Amerika Serikat (AS) berkolaborasi guna memperluas layanan kesehatan, yang menurut mereka bakal lebih baik di Negeri Paman Sam.
Melalui suatu konsorsium, Amazon.com Inc., J.P Morgan dan Berkshire Hathaway ingin meminimalisasi pengeluaran biaya kesehatan
bagi karyawan mereka. Tak hanya menjual perlengkapan medis ke klinik
kesehatan dan rumah sakit besar, mereka juga membidik masuk pada rantai
bisnis pasokan obat.
Baca Juga
5 Makanan Perangsang Pertumbuhan Rambut Sehat dan Kuat
Kolang-kaling, Si Kenyal yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Mengintip Fasilitas dan Teknologi Canggih LRT Kelapa Gading
Alphabet Inc., induk perusahaan Google, misalnya, memiliki perangkat
lunak yang fokus dalam bidang kesehatan dengan nama Verily. Terkini,
Apple Inc. berencana menguasai pasar kesehatan di AS dengan pendekatan
yang ramah konsumen melalui aplikasi atau perangkat kesehatan.
Ekspansi bisnis perusahaan perangkat lunak dan teknologi di AS ke
sektor kesehatan dilatarbelakangi beberapa faktor. Salah satunya adalah
biaya perawatan dan kesehatan yang mahal di AS. Terlebih saat ini,
beberapa pebisnis sektor kesehatan di AS terlihat melesu.
Bisakah langkah beberapa perusahaan perangkat lunak dan teknologi
serta pembiayaan rintisan tersebut ditiru perusahaan sejenis di
Indonesia?
Menurut Pakar
Kapokja
Industri Teknologi KEIN Andri S.B Sudibyo (kedua kanan) dan Ketua Umum
ATSINDO Handito Joewono(kanan) saat berdiskusi dalam Association of
Strartup Indonesia di Jakarta, Jumat (10/3)
Handito
Joewono, Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo)
mengungkapkan, Health Startup alias perusahaan rintisan kesehatan
menjadi salah satu ‘bayi ajaib’ yang tumbuh menakjubkan di dunia startup teknologi selain Financial Technology (Fintech) alias Teknologi Finansial (Tekfin).
Menurut Handito, negara-negara maju di bidang teknologi seperti AS,
Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Cina, dan banyak negara Eropa
mengembangkan health startup dengan sangat intensif. Salah satu alasannya, health startup
tidak hanya mengandalkan teknologi digital tetapi juga sarat penerapan
teknologi di bidang kesehatan, baik dari sisi pengobatan maupun
peralatan kesehatan.
“Kini mendeteksi tingkat kesehatan menjadi semakin mudah sehingga
bisa diperkirakan serapan tenaga kerja, khususnya paramedis, akan
berkurang drastis di masa mendatang,” paparnya kepada wormtraders.com.
Tentu saja peran dokter tidak bisa tergantikan meskipun artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di bidang kesehatan sudah semakin maju.
“Dokter yang ingin bertahan di masa mendatang adalah dokter yang
tidak ‘gaptek’ (gagap teknologi), khususnya dalam pemanfaatan teknologi
termasuk teknologi digital di bidang kesehatan dan kedokteran,” ujarnya.
Handito melanjutkan, meski kondisi maupun peta bisnis kesehatan di AS
berbeda dengan Indonesia, tetapi dampak kemajuan teknologi kesehatan
serta kemajuan luar biasa health startup akan serupa, baik di AS maupun
di Indonesia.
Sebab, teknologi finansial dan teknologi kesehatan sudah berjalan
beriringan. Keduanya bahkan sudah menjadi satu kesatuan. “Ke depan,
peluang pembiayaan kesehatan di Indonesia yang mengoptimalkan fintech
akan semakin besar,” ucap Handito.
Bisnis Teknologi Kesehatan di Indonesia Masih Tertinggal
Namun sayangnya, imbuh Handito, seperti juga pengembangan bisnis berbasis teknologi lainnya, kemajuan health technology business (bisnis teknologi kesehatan) di Indonesia masih sangat ketinggalan.
Indonesia hanya sekadar menjadi pembeli dan pengguna. Di negeri ini,
belum banyak yang menjadi pengembang dan produsen di bidang teknologi
kesehatan. Hal ini dikarenakan risiko bisnis di sektor kesehatan,
terlebih yang terkait dengan teknologi kesehatan, relatif sedang
mengalami fluktuasi dan cenderung lebih ‘fragile’ alias rapuh.
“Sudah semakin sering kita mendengar perusahaan di bidang kesehatan
termasuk farmasi dan rumah sakit yang menghadapi kesulitan bisnis. Sudah
saatnya dunia kesehatan dan juga usaha bisnis di bidang kesehatan untuk
berbenah atau akan semakin banyak yang mengalami kesulitan dan mati,”
kata Handito.
Melihat perkembangan teknologi di Indonesia saat ini, Handito mengaku
prihatin dan khawatir khususnya terkait kesiapan pelaku usahanya yang
masih lebih suka ‘cari gampangnya’ dengan menjadi pengguna dan pembeli
teknologi.
Oleh sebab itu, Handito mengapresiasi langkah pemerintah dalam
melakukan pembenahan dan pembaruan berbagai aturan guna mendukung
kemajuan perusahaan pembiayaan rintisan alias startup teknologi di
Indonesia.
“Bersyukur pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan
Inovasi pada Kemenristekdikti sudah berorientasi jauh ke depan dan
melakukan banyak hal untuk mengurangi ketertinggalan usaha bisnis
berorientasi teknologi terutama para perusahaan startup teknologi,” katanya.
Contoh
Sebagai
catatan, beberapa upaya yang dilakukan perusahaan perangkat lunak dan
teknologi di AS dalam merambah bisnis sektor kesehatan salah satunya
adalah dengan pendekatan produk ramah lingkungan.
Seperti Apple, yang menyertakan aplikasi mengenai informasi medis
yang bisa diakses oleh konsumen pengguna produk iPhone. Tak hanya itu,
Apple juga mengembangkan strategi business-to-business (b-to-b), karena iPad dan perangkat produk Apple lainnya juga banyak digunakan di kalangan medis terutama dokter.
Saat ini, Apple bekerja sama dengan badan pengawas makanan dan obat-obatan AS untuk melakukan pilot project
alias proyek percobaan guna merevolusi peraturan kesehatan digital
berisiko rendah dan tinggi. Apple juga melakukan kerja sama dengan
perusahaan asuransi Aetna dan memberikan diskon khusus untuk setiap
pembelian Apple Watches oleh nasabah asuransi tersebut.
Sementara itu, aliansi bisnis yang dilakukan oleh Amazon, Berkshire
Hathaway serta J.P. Morgan, bertujuan untuk memperbaiki sistem kesehatan
di AS. Salah satunya dilakukan dengan memperbaiki kontrak penjualan
obat yang lebih baik dengan CVS Health Corp. serta Optum yang dimiliki
oleh UnitedHealth Group Inc, yang merupakan perusahaan pengelola manfaat
farmasi atau pharmacy-benefit manager (PBM) terbesar di AS.
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Comments
Popular posts from this blog
Tips Ibu Bekerja Tetap Sehat dengan Berolahraga link telah dicopy Jakarta - Seorang ibu rumah tangga yang bekerja , dirasa sudah cukup sibuk dengan aktivitasnya. Baik itu di kantor mengurus pekerjaan, dan di rumah mengurus keluarga. Dengan kesibukan yang padat, tak terpikir oleh Bunda untuk lakukan olahraga. Padahal, duduk berjam-jam di depan komputer itu sebenarnya nggak bagus lho, Bun. dr Grace Joselini, dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia Asian Games 2018 menjelaskan, risiko kesehatan lantaran terlalu lama duduk bahkan bisa disejajarkan dengan risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok. "Sitting is the new smoking (duduk merupakan bentuk merokok yang baru). Kegiatan duduk hanya membakar sedikit kalori yaitu 1 kkal per menit. Jumlah ini tentu tidak sepadan dengan beragam makanan yang mungkin dikonsumsi selama seseorang melakukan aktivitas sambil duduk," kata dr Grace saat konferensi pers kampanye 'Live Healthier Lived' di Menara Sun ...
Kecantikan Caludia Kim sebagai pemeran Nagini memang berhasil memikat perhatian. Wanita asal Korea ini mempunyai kulit glowing. Penasaran tips kulit glowing seperti Claudia Kim? Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan sosok Nagini. Peliharan dan horcrux kesayangan Voldemort di film Harry Poter tersebut ternyata terlahir sebagai manusia. Menurut J.K. Rowling karakter ini terinspirasi dari legenda wanita ular asal Kalimantan. Claudia Kim pun akhirnya berhasil memerankan Nagini di film ini. ...
menjadi tanda lahir yang dimiliki setiap orang. Namun, posisi tahi lalat di setiap individu tentu berbeda. Nah, ternyata posisi tahi lalat di tubuhnya memiliki arti kesehatan dan keberuntunganmu lo. Selain itu, beberapa posisi tahi lalat bisa menunjukkan kondisi keuangan. BACA JUGA Bebas Insomnia, Teknik Ini Bantu Kamu Tertidur dalam Satu Menit Gara-Gara Sarapan Bersama Teman Wanita, Pria Ini Terancam Dibui Super Malas Gerak, 11 Aksi Konyol Ini Bikin Geregetan Nah, penasaran apa saja posisi tahi lalat yang diyakini jadi penanda seseorang akan mengalami krisis keuangan? Dilansir dari Boldsky , berikut tujuh posisi tahi lalat di anggota tubuh yang bisa menandakan seseorang berpotensi bangkrut. 1. Pipi kiri Kalau kamu memiliki tahi lalat di pipi kiri, tandanya akan mendapatkan penghasilan yang besar. Tapi, keuanganmu berada di bawah karena tak ada tabungan untuk berjaga-jaga. 2. Dekat bibir bawah Jika tahi lalat ada di tempat ini,...
Comments
Post a Comment