Bekerja dengan Bahagia, Kunci Terhindar dari Demensia
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Jakarta Selain menjaga pola hidup sehat dan aktivitas fisik, melakukan suatu hal dengan bahagia juga menjadi kunci terbebas dari demensia. Hal ini dikatakan oleh Pembina Alzheimer Indonesia dokter spesialis saraf Yuda Turana.
Salah satunya, bekerja dengan bahagia. "Bukan sekadar bekerja, tetapi dengan happiness (bahagia)," ujar Yuda ketika ditemui seusai peresmian Pusat Pelayanan Terpadu Demensia Alzheimer di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta ditulis Senin (1/10/2018).
Baca Juga
Kasus Alzheimer di Yogyakarta Lebih Tinggi dari Estimasi
Alasan Anda Harus Bekerja Tiga Hari Seminggu di Usia 40
Berpikir Bikin Lapar, Berapa Banyak Kalori yang Terbakar?
Yuda mengatakan, ada orang-orang yang mengatakan mencegah pikun yang berujung demensia, bisa dilakukan dengan beberapa permainan salah satunya sudoku.
"Tapi tunggu dulu, (melakukan) sudoku itu harus senang," tambah pria
yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya
Jakarta itu tersebut.
Sehingga, apabila seseorang bermain sudoku namun tidak dengan bahagia melakukannya, fungsi kognitifnya akan tetap menurun.
"Sehingga, yang penting harus senang melakukannya. Yang disebut berkarya adalah bekerja dengan bahagia di dalamnya," kata Yuda.
Olahraga juga Harus Bahagia
Selain bekerja, aktivitas olahraga juga harus dilakukan dengan senang agar benar-benar ampuh untuk mencegah demensia.
"Ada penelitian kepada binatang. Tikus yang berputar terus di satu
roda, dengan tikus yang memilih mainannya. Setelah diotopsi otaknya,
sebenarnya paling respon tikus yang memilih sendiri," papar Yuda.
Sehingga menurutnya, untuk memilih olahraga yang bisa mencegah
demensia haruslah yang menyenangkan menurut Anda, sekaligus terprogram.
"Meskipun olahraga dibilang sehat, iya tetapi harus ada kata menyenangkan dan terprogram," ujarnya.
Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi mereka yang belum terkena
demensia, namun juga para orang yang sudah terdiagnosa masalah tersebut.
Demensia
bekerja
Bahagia
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Comments
Popular posts from this blog
Tips Ibu Bekerja Tetap Sehat dengan Berolahraga link telah dicopy Jakarta - Seorang ibu rumah tangga yang bekerja , dirasa sudah cukup sibuk dengan aktivitasnya. Baik itu di kantor mengurus pekerjaan, dan di rumah mengurus keluarga. Dengan kesibukan yang padat, tak terpikir oleh Bunda untuk lakukan olahraga. Padahal, duduk berjam-jam di depan komputer itu sebenarnya nggak bagus lho, Bun. dr Grace Joselini, dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia Asian Games 2018 menjelaskan, risiko kesehatan lantaran terlalu lama duduk bahkan bisa disejajarkan dengan risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok. "Sitting is the new smoking (duduk merupakan bentuk merokok yang baru). Kegiatan duduk hanya membakar sedikit kalori yaitu 1 kkal per menit. Jumlah ini tentu tidak sepadan dengan beragam makanan yang mungkin dikonsumsi selama seseorang melakukan aktivitas sambil duduk," kata dr Grace saat konferensi pers kampanye 'Live Healthier Lived' di Menara Sun ...
menjadi tanda lahir yang dimiliki setiap orang. Namun, posisi tahi lalat di setiap individu tentu berbeda. Nah, ternyata posisi tahi lalat di tubuhnya memiliki arti kesehatan dan keberuntunganmu lo. Selain itu, beberapa posisi tahi lalat bisa menunjukkan kondisi keuangan. BACA JUGA Bebas Insomnia, Teknik Ini Bantu Kamu Tertidur dalam Satu Menit Gara-Gara Sarapan Bersama Teman Wanita, Pria Ini Terancam Dibui Super Malas Gerak, 11 Aksi Konyol Ini Bikin Geregetan Nah, penasaran apa saja posisi tahi lalat yang diyakini jadi penanda seseorang akan mengalami krisis keuangan? Dilansir dari Boldsky , berikut tujuh posisi tahi lalat di anggota tubuh yang bisa menandakan seseorang berpotensi bangkrut. 1. Pipi kiri Kalau kamu memiliki tahi lalat di pipi kiri, tandanya akan mendapatkan penghasilan yang besar. Tapi, keuanganmu berada di bawah karena tak ada tabungan untuk berjaga-jaga. 2. Dekat bibir bawah Jika tahi lalat ada di tempat ini,...
Anak Takut Jarum Suntik, Siasati dengan Cara Ini Jakarta Sebagian besar anak-anak sangat takut dengan jarum suntik. Sehingga orangtua seringkali dibuat kelabakan pada saat akan memvaksinasi anak-anaknya. Baca Juga Banyak yang menangis, histeris atau bahkan kabur saat harus berhadapan dengan jarum suntik. Penting bagi orangtua untuk membuat pengalaman anak dengan jarum suntik jadi tidak 'menyeramkan'. Salah satunya adalah dengan menerapkan trik untuk meminimalisir rasa nyeri yang dialami anak. Bagaimana caranya? Untuk bayi yang masih menyusu, sangat disarankan untuk disusui atau menggendongnya saat divaksin. Menyusu Menyusu saat vaksin menurut penelitian cukup efektif untuk mengurangi level nyeri yang dirasakan bayi. Sementara untuk anak yang lebih besar, alihkan perhatiannya dengan menonton video atau minta ia bernyanyi. "Minta anak untuk bernyanyi lagu favoritnya, dokter juga biasanya akan membuat suasana jadi menyenangkan, yaitu memi...
Comments
Post a Comment