Cegah Penularan Rabies, Hewan dan Manusia Harus Divaksin

Pencegahan penularan rabies bisa dengan melakukan vaksinasi pada hewan dan manusia. Hal ini ditegaskan oleh Kasubdit Zoonosis Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2TVZ) Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr. Endang Burni Prasetyowati, M.Kes.
Endang mengatakan, rabies bisa menular ke manusia atau hewan lainnya lewat luka gigitan, jilatan kulit yang lecet, selaput lendir mulut, hidung, mata, anus, dan genitalia. Pernyataan disampaikan Endang di Temu Media Blogger Kesehatan 2018 bertema “Berbagi Pesan di Media Sosial untuk Manado Bebas Rabies” di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Baca Juga
  • FOTO: Hari Bebas Rabies Internasional, Sudin KPKP Jakarta Timur Vaksinasi Hewan Gratis
  • Kemenkes Kirim Tim Gabungan untuk Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala
  • Bahaya, Tergigit Anjing Rabies di Bagian Ini
Mengutip laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Rabu (3/10/2018), penularan dari orang ke orang secara langsung, juga bisa terjadi melalui saliva atau air liur penderita rabies. Selain itu, bisa juga terjadi lewat transplantasi kornea mata. Inilah alasan vaksinasi rabies begitu penting.
“Rabies adalah penyakit paling mematikan di dunia dengan tingkat kematian 99,9 persen setelah gejala klinis muncul,” kata Endang pada Selasa (2/10/2018).
Menurutnya, selama 2011 hingga 2017, ada lebih dari 500 ribu kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang dilaporkan di Indonesia dan sebanyak 836 kasus positf rabies.

Comments

Popular posts from this blog

Ingin Punya Kulit Glowing seperti Claudia Kim, Lakukan 5 Tips Ini

7 Letak Tahi Lalat di Tubuh Tunjukkan Kondisi Keuanganmu