Diabetes Terdeteksi Jelang Persalinan, Ini Risiko pada Ibu dan Janin

Jakarta “Kami pernah menangani pasien ibu hamil yang baru diketahui diabetes jelang persalinan. Gula darahnya sangat tinggi (lebih dari 200 mg/dL). Padahal,  persalinan segera dilakukan. Akhirnya, persalinan dapat tertangani dengan ibu diberikan insulin (obat untuk mengendalikan kadar gula darah).”
Kisah di atas diceritakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes Rumah Sakit Pondok Indah – Pondok Indah, Jakarta Selatan, Wismandari. Ia dan tim berupaya memberikan insulin sehingga kadar gula sang ibu menurun. Bayi pun lahir dengan baik
Pada kasus seperti di atas, pemberian insulin termasuk cara tepat dan cepat. Pemberian insulin membuat beberapa jam sebelum persalinan, gula darah turun
“Bayi (dari ibu dengan diabetes) tetap dilahirkan sesuai prosedur. Dan, cara paling cepat dan efeketif untuk menurunkan gula darah saat persalinan dengan pemberian insulin,” papar dokter spesialis kebidanan dan kandungan Merwin Tjahjadi dalam wawancara khusus kepada pada Rabu, 7 November 2018 melalui surat elektronik.
Selanjutnya, kadar gula darah ibu tetap diperiksa. Dua hari pasca persalinan kadar gula darah ibu akan dievaluasi.
Merwin menjelaskan ada risiko berbahaya bila ibu hamil baru terdeteksi diabetes jelang persalinan. Risiko tersebut tergantung berat ringan dan kondisi yang menyertai ibu hamil.
“Yang terburuk, karena sangat tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan gejala keracunan sampai (ibu) tidak sadar atau koma,” kata dokter yang sehari-hari praktik di RS Pondok Indah Bintaro, Banten.
Bukan cuma ibu, janin ikut terdampak. Bisa juga sampai pada keadaan bayi meninggal di dalam rahim. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko bayi meninggal mendadak dalam rahim.
Diabetes gestasional—diabetes yang terjadi saat kehamilan—dapat terjadi mendadak meski ibu hamil tidak punya riwayat diabetes sebelumnya.

Peringatan Hari Diabetes Sedunia pada 14 November 2018, jurnalis Liputan6.com menayangkan liputan khusus dengan topik "Diabetes pada Ibu Hamil." Tulisan ini mengangkat, risiko yang dialami ibu dan bayi saat ibu baru diketahui menderita diabetesjelang persalinan.

Tragedi janin meninggal dalam rahim pada ibu diabetes

Tragedi bayi meninggal dalam rahim karena ibu kena diabetes gestasional dialami wanita asal Inggris, Abby Lloyd.
Pada April 2010, wanita yang tinggal di Milton Keynes ini kehilangan bayi pertama yang diidam-idamkan. Sebelumnya, Abby pernah keguguran. Sehingga ia berharap kehamilan tersebut dapat berjalan lancar.
Namun, pada usia kehamilan 38 minggu, kontraksi terjadi yang menandakan Abby bakal melahirkan. Ia kemudian membeli beberapa jus kaleng dan milkshake untuk mengurangi rasa nyeri kontraksi. Sayangnya, pemeriksaan USG sebelum persalinan menunjukkan, bayi sudah meninggal dalam rahim.
“Dokter bilang padaku, ‘Kami sangat menyesal, tidak ada detak jantung pada bayi Anda,” kata Abby sesuai dikutip dari Friday Magazine.
Bayi pun dikeluarkan dari rahim dengan operasi caesar pada 18 April 2010. Ini karena ukuran bayi cukup besar dengan berat hampir 4,5 kg. Pemeriksaan baru diketahui, gula darah Abby naik jelang persalinan. Ia pun didiagnosis menderita diabetes gestasional. Selama kehamilan, rupanya Abby tidak pernah memeriksakan kadar gula darahnya.


Comments

Popular posts from this blog

Ingin Punya Kulit Glowing seperti Claudia Kim, Lakukan 5 Tips Ini

7 Letak Tahi Lalat di Tubuh Tunjukkan Kondisi Keuanganmu